Dandim 0314/Inhil Hadiri Pembukaan Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau

Dandim 0314/Inhil Hadiri Pembukaan Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau

TEMBILAHAN – Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menghadiri acara pembukaan Festival Banjari dan Festival Habsyi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan peserta terbuka se-Provinsi Riau. Kegiatan tersebut digelar di Halaman Masjid Jannatul Firdaus, Parit 7, Kecamatan Tembilahan, Kamis (1/1/2026).

Acara bernuansa religi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Inhil, H. Herman, SE., MT., dan turut dihadiri unsur Forkopimda Inhil, Forkopimcam Tembilahan Hulu, para peserta dari berbagai daerah, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang sarat nilai keislaman tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan seni religi, melainkan juga menjadi sarana dakwah dan syiar Islam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, saya menyambut dengan penuh rasa bangga dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Bupati.

Menurutnya, Festival Banjari dan Habsyi memiliki makna penting dalam melestarikan seni budaya Islami yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Melayu, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir dan Provinsi Riau pada umumnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Islam serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Bupati juga berharap melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah. 

Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau, seraya berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan serta mempererat silaturahmi antardaerah.

Sementara itu, Dandim 0314/Inhil di sela-sela kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya atas pelaksanaan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana syiar dan dakwah Islam melalui lantunan sholawat serta seni religi banjari dan habsyi sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan dan mengembangkan seni budaya Islami, khususnya banjari dan habsyi, serta menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Islam yang bernilai moral, spiritual dan membentuk akhlakul karimah,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index